Penyakit Hepatitis : Pengertian, Penyebab, Dan Cara Mengobati Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit yang memiliki gejala berupa peradangan pada organ hati. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi virus, kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun atau obat-obatan tertentu.

Jenisnya terbagi dua berdasarkan sifatnya, yaitu akut dan kronis. Hepatitis akut terjadi secara tiba-tiba dalam kurun waktu yang cenderung singkat. Sementara yang kronis berkembang perlahan dan merupakan kondisi jangka panjang. Sialnya, keduanya sama-sama mengganggu berbagai fungsi tubuh, terutama yang berkaitan dengan metabolisme.

Hal ini terjadi karena hati berperan penting dalam metabolisme tubuh, seperti menghasilkan empedu, mengurai berbagai zat, menetralisir racun, mengaktifkan enzim dan lain sebagainya.

Apa Gejala Pertama Hepatitis?

Penyakit ini tak selalu menunjukan gejala. Gejalanya baru timbul setelah tubuh terjadinya kerusakan yang dapat memengaruhi fungsi hati. Apabila bersifat akut, tanda dan gejalanya dapat muncul dengan cepat.

Adapun sejumlah gejala yang umumnya terjadi pada pengidap hepatitis yaitu:

  • Mengalami gejala seperti flu, mual, muntah, demam, dan lemas.
  • Feses berwarna pucat.
  • Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan.
  • Nyeri di bagian perut.
  • Turun berat badan.
  • Urine menjadi gelap seperti teh.
  • Kehilangan nafsu makan.

Apa Penyebab dari Penyakit Hepatitis?

Kondisi ini dapat terjadi karena infeksi maupun bukan karena infeksi. Ada pun jenis-jenis virus yang patut kamu waspadai, seperti:

1. Hepatitis A

Jenis hepatitis A terjadi akibat virus hepatitis A (HAV). Dapat menular melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari pengidap.

2. Hepatitis B

Penyakit ini terjadi akibat virus hepatitis B (HBV). Jenis ini umumnya menular melalui cairan tubuh dari pengidap, seperti darah, cairan Miss V, dan air mani.

Penularan penyakit ini juga bisa terjadi melalui proses persalinan. Simak selengkapnya di sini → Hepatitis B Bisa Menular Melalui Persalinan, Benarkah?

3. Hepatitis C

Hepatitis C terjadi akibat infeksi virus hepatitis C (HCV). Cairan tubuh, terutama melalui berbagi pakai jarum suntik dan hubungan seksual tanpa kondom dapat menularkan penyakit ini.

4. Hepatitis D

Jenis hepatitis berikutnya yaitu hepatitis D, yang terjadi akibat oleh virus hepatitis D (HDV). Virus tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Penyakit dapat menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya.

5. Hepatitis E

Penyebab hepatitis jenis ini ialah virus hepatitis E (HEV). Jenis ini banyak terjadi di lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat kontaminasi virus pada sumber air.

6. Hepatitis Autoimun

Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh dapat salah mengira bahwa hati sebagai organ yang berbahaya dan menyerangnya. Hal tersebut menyebabkan terjadinya peradangan berkelanjutan yang kadarnya ringan hingga berat, dan sering kali menghambat fungsi hati. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada wanita daripada pria.

Penyebab penyakit ini belum jelas. Namun kondisi tersebut lebih mungkin muncul pada orang dengan kondisi autoimun lain, seperti tiroiditis, diabetes tipe 1, anemia hemolitik, penyakit celiac, dan kolitis ulseratif.

7. Hepatitis Neonatal

Hepatitis neonatal merupakan peradangan hati yang terjadi hanya pada awal masa bayi, biasanya antara satu hingga dua bulan setelah lahir. Mengutip Johns Hopkins Medicine, sekitar 20 persen bayi dengan kondisi ini terinfeksi oleh virus yang menyebabkan peradangan sebelum lahir yang tertular dari ibunya.

Kondisi yang dapat terjadi setelah bayi lahir juga termasuk cytomegalovirus, rubella (campak), dan virus hepatitis A, B, atau C. Sementara itu dalam kebanyakan kasus lainnya, virus tidak dapat teridentifikasi secara spesifik sebagai penyebabnya.

8. Hepatitis Alkoholik

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan dan peradangan hati. Kondisi tersebut juga bernama hepatitis alkoholik. Perlu kamu ketahui, alkohol dapat melukai sel-sel hati secara langsung.

Seiring berjalan waktu, kerusakan tersebut dapat permanen sehingga menyebabkan penebalan atau jaringan parut pada jaringan hati (sirosis) dan gagal hati.

9. Toxic Hepatitis

Penyebab penyakit ini adalah penggunaan obat-obatan tertentu yang melebihi dosis. Akibatnya, hati mengalami peradangan atau rusak karena bekerja terlalu keras dalam memecah obat-obatan yang kamu konsumsi.

10. Hepatitis Akibat Cacing Hati

Penyakit ini juga dapat terjadi akibat infeksi cacing hati, yaitu opisthorchiidae dan fasciolidae. Infeksi cacing hati dapat menjangkiti seseorang apabila sering mengonsumsi makanan mentah atau belum matang, serta mengonsumsi makanan yang terkontaminasi larva cacing hati.

11. Hepatitis Akut Misterius

Penyebab penyakit ini belum jelas, sehingga nama lainnya adalah hepatitis akut misterius. Namun ahli menduga bahwa penyakit ini berkaitan dengan Adenovirus dan SARS-CoV-2. Anak-anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun merupakan kelompok yang rentan mengalaminya.

Faktor Risiko Hepatitis

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gejala hepatitis, yaitu:

1. Faktor Lingkungan

Contoh faktor lingkungan yang bisa menjadi penyebab atau pemicu penyakit ini, antara lain:

  • Air yang tidak layak untuk minum atau untuk mencuci peralatan makan.
  • Kurangnya fasilitas sanitasi; Kamar mandi atau tempat cuci tangan.
  • Kontak dengan jarum suntik bekas, alat suntik, atau benda lain yang terkontaminasi darah yang terinfeksi.

2. Gaya Hidup

Ada beberapa perilaku atau aktivitas yang berpotensi terpapar virus, bahan kimia beracun, atau zat penyebab penyakit ini, yaitu:

  • Berbagi jarum suntik atau benda lain.
  • Melakukan hubungan seksual yang tidak aman; Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks atau bergonta-ganti pasangan.
  • Bekerja di sekitar bahan kimia beracun. Petugas kebersihan, pelukis, penyedia layanan kesehatan, atau pekerja pertanian, berpotensi terkena penyakit ini.
  • Minum air yang belum matang atau makan makanan yang tidak terolah dengan aman dan benar.
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama.
  • Minum obat yang terkait dengan kondisi ini.

3. Riwayat Kesehatan

Riwayat kesehatan seseorang juga bisa memengaruhi terjangkitnya penyakit ini. Berikut sejumlah hal yang dapat meningkatkan risiko kondisi ini:

  • Belum mendapatkan vaksinasi.
  • Memiliki infeksi akut atau kronis dengan satu atau lebih virus.
  • Memiliki gangguan autoimun.
  • Lahir dari ibu yang terinfeksi virus hepatitis B.