Penyakit Bayi Kuning : Pengertian, Penyebab, Dan Cara Mengobati Bayi Kuning

Bayi Kuning Jangan panik dulu jika bayi Anda terlihat menguning, karena sifatnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, Anda juga perlu waspada jika tidak sembuh dalam rentang waktu yang lama.

Lalu, apa saja penyebab, gejala, serta bagaimana cara perawatannya yang sederhana di rumah? Simak artikel berikut ini, yuk!

Penyebab bayi kuning adalah bilirubin yang berlebih

Bayi kuning atau jaundice disebabkan oleh penumpukan bilirubin, dimana sel darah merah yang sudah tua tidak dipecah dan dibuang melalui buang air besar. Sehingga, kulit bayi terlihat kuning. Hal ini karena kerja hati bayi masih membutuhkan penyesuaian dalam tubuh pada usia 1-2 minggu.

Selain bilirubin yang berlebih, jaundice dapat disebabkan karena kondisi bayi seperti berikut:

1. Memiliki infeksi darah (Sepsis).

2. Kelebihan sel darah merah.

3. Memar pada bayi setelah melewati masa kelahiran yang sulit.

4. Golongan darah bayi berbeda dengan sang ibu.

5. Tingkat oksigen rendah (Hipoksia).

6. Gangguan pada hati, seperti atresia bilier pada aliran cairan empedu.

Gejala bayi kuning

Gejala yang paling terlihat adalah kulit dan bola mata bayi menguning, dimulai pada usia 2 atau 4 hari. Kondisi lainnya seperti enggan menyusu, mengantuk sepanjang hari, berat badan berkurang >10% dari berat lahir, hingga warna kuning pada kulit berubah menjadi oranye.

Jika gejala terlihat parah, Anda dapat konsultasikan dengan dokter anak Mitra Keluarga.

Apakah penyakit kuning pada bayi berbahaya?

Kondisi bayi menguning tidak berbahaya, karena dapat hilang dengan sendirinya didukung dengan perawatan yang tepat. Penyakit kuning pada bayi dapat dikatakan berbahaya jika bayi lahir prematur, berat badan berkurang, tidak ingin menyusu, tangan dan kaki mulai menguning hingga oranye, golongan darah bayi berbeda dengan ibu, memiliki infeksi darah, hingga memar. Apabila muncul gejala seperti ini, maka bayi perlu penanganan lebih lanjut secara medis di rumah sakit.

Diagnosis bayi kuning

Terdapat 2 cara untuk diagnosis bayi kuning, yaitu Transcutaneous Bilirubin (TcB) dan tes darah.

Awalnya, tenaga kesehatan akan menempatkan alat Transcutaneous Bilirubin (TcB) di kepala bayi. Jika level bilirubin semakin meninggi, akan dilakukan tes darah untuk mengumpulkan sampel darah yang menunjukkan kadar total serum bilirubin berdasarkan acuan dari American Academy of Pediatrics  yang digolongkan seperti berikut:

Total serum bilirubin Usia bayi 
> 10 mg Kurang dari 24 jam
> 15 mg 24-48 jam
> 18 mg 49-72 jam
> 20 mg > 72 jam

Perawatan dan penyembuhan bayi kuning

Jaundice pada bayi baru lahir tentunya dapat disembuhkan dengan cara yang paling sederhana dan bisa dilakukan di rumah, seperti menjemur bayi pada jam 7-9 pagi selama 15-20 menit. Pastikan mata bayi tidak terpapar langsung sinar matahari, dengan menutupkan matanya, atau memposisikan bayi membelakangi matahari.

Apabila total serum bilirubin semakin meningkat, dokter merekomendasikan agar bayi melakukan fototerapi. Prosedur fototerapi sendiri adalah tubuh bayi disinari cahaya biru untuk menyingkirkan bilirubin berlebih.

Penting bagi Ibu untuk wajib memberi ASI selama 8-12 kali dalam sehari untuk memudahkan bayi buang air besar, bertujuan membuang sel darah merah yang tak terpakai dari bilirubin.

Sahabat MIKA, ingin tahu lebih dalam mengenai bayi kuning? Jangan lupa untuk tonton Bincang Sehat MIKA berikut ini bersama dr. Wulan, Sp.A dari Mitra Keluarga.

Periksakan kondisi bayi kuning dengan dokter anak Mitra Keluarga

Bayi baru lahir, terlebih kondisi prematur, sangat umum untuk menguning krn organ hati yang belum sempurna untuk memecah bilirubin. Meskipun dapat hilang dengan sendirinya, Anda perlu waspada karena dapat berakibat serius jika jaundice semakin parah. Apabila tidak segera ditangani, bayi bisa terkena penyakit serius seperti cerebral palsy, tuli, dan kerusakan otak.

Maka dari itu, periksakan bayi kuning ke dokter anak Mitra Keluarga cabang Jabodetabek, Tegal, dan Surabaya.